Dunia Balita

Jenis, Manfaat dan Jadwal Pemberian Imunisasi Anak

Pinterest LinkedIn Tumblr

Vaksin atau imunisasi yang diberikan pada buah hati wajib dilakukan. Jikalau hal yang demikian bertujuan untuk melindungi dari suatu penyakit tertentu. Mengenai tentang melindungi, tentu saja buah hati menjadi salah satu prioritas kita. Sebab tak ada seorang ibu yang ingin buah hatinya sakit maka dari itu, pemberian imunisasi pada buah hati benar-benar penting untuk dilakukan.

Melainkan sayang, rupanya masih banyak buah hati sekarang yang tak menerima imunisasi karena ketidak tahuan orang tuanya. Sebagai orang tua kita wajib mengetahui jenis-jenis vaksin dan manfaat dari pemberian nya hal yang demikian. Imunisasi yang diberikan mempunyai jadwal yang sudah dikendalikan masing-masing.

pemberian imunisasi pada anak

Imunisasi dasar komplit wajib dipenuhi dan dilakukan pada bayi baru lahir hingga berusia 1 tahun. Imunisasi yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan kekebalan kepada suatu penyakit yang membahayakan tentunya pada masa permulaan buah hati. Imunisasi lanjutan diberikan dikala buah hati berusia 1-4 tahun. Imunisasi hal yang demikian bertujuan untuk memperpanjang masa dari kekebalan imunisasi dasar.

Masa imunisasi lanjutan juga berfungsi untuk melengkapi imunisasi yang belum komplit sebelumnya. Imunisasi akan diulang pada buah hati usia 5-12 tahun dan pada buah hati remaja usia 13-18 tahun.

Apa saja jenis-jenis imunisasi pada anak yang harus di lakukan?

Sebagai orang tua kita wajib memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan buah hati nya. Salah satunya dengan mengerjakan imunisasi pada buah hati dengan pas cocok usia. Naah apa saja jenis-jenis imunisasi pada buah hati hal yang demikian, yuk simak penjelasan berikut.

jenis jenis vaksin

Imunisasi Hepatitis B (HB0)

Vaksin hepatitis B pertama diberikan dalam waktu 12 jam sesudah bayi lahir. sebelum pemberian vaksin ini, sudah dilakukan pemberian suntikan vitamin K1 yang diberikan minimal 30 menit sebelum hepatitis B diberikan. Vaksin hepatitis B akan kembali diberikan bila buah hati sudah berusia 2,3 dan 4 tahun yang umumnya akan digabungkan dengan imunisasi DPT dan Hib.

Baca juga  Daftar beserta Arti Nama Bayi Perempuan Modern

Jikalau bayi belum mendapatkan imunisasi hepatitis B dikala lahir, ia dapat mendapatkan imunisasi serial kapan saja dikala berkunjung. Imunisasi ini dapat dilakukan tanpa wajib memeriksa secara khusus dulu kadar anti heppatitis B.

Imunisasi Polio

Imunisasi polio wajib diberikan kepada buah hati untuk mencegah terjadinya kelumpuhan yang diakibatkan oleh virus polio liar. Polio liar kapabel menyerang sel-sel syaraf pada sumsum tulang belakang. Virus hal yang demikian benar-benar membahayakan, karena kapabel menyerang otak buah hati yang menyebabkan kelumpuhan pun kematian.

Imunisasi polio diberikan dengan sistem di teteskan pada mulut bayi dikala lahir, pada usia 2,3,4,6 dan 18 bulan atau cocok anjuran program pemerintah. Vaksin ini juga disebut OPV (Vaksin Polio Oral). Kecuali dalam wujud tetes, vaksin ini tersedia dalam wujud suntik yang disebut IPV. Vaksin IPV diberikan pada buah hati berusia 2,4,6,18 bulan serta pada buah hati usia 6-8 tahun.

Jikalau pemberian vaksin polio telat, tak perlu diulang dari permulaan. Tetap lanjutkan dan lengkapi imunisasi lainnya cocok jadwal. Tidak memperhatikan berapa pun interval dan lamanya keterlambatan dari pemberian yang sebelumnya.

Imunisasi BCG

Imunisasi BCG dilakukan dengan sistem penyuntikan pada kulit lengan atas komponen kanan. Diberikan dikala bayi berumur 1-2 bulan. imunisasi BCG berfungsi untuk mencegah terjadinya penyakit tuberkulosis (TBC) yang berat pada paru, kelenjar getah bening, otak dan tulang yang kapabel memunculkan sakit yang berat dan cukup lama, ketidaknormalan pun hingga kematian.

Imunisasi BCG akan memunculkan benjolan kemerahan dampak bekas suntikan yang kemudian pecah. Dari bekas suntikan akan mengeluarkan bernanah. Melainkan anda tak perlu cemas selama bayi anda tak menunjukkan gejala seperti demam dan nyeri. Jikalau hal yang demikian merupakan hal yang wajar terjadi.

Imunisasi DPT

Imunisasi DPT berfungsi untuk mencegah 3 penyakit sekalian merupakan difteri, pertusis dan tetanus. Pemberian vaksin hal yang demikian dilakukan dengan sistem penyuntikan di paha bayi dikala berusia mulai dari 2 bulan dan dilanjutkan pada usia 3-4 bulan, 4-6 bulan serta 18-24 bulan.

Baca juga  Inspirasi Nama Bayi Perempuan Inggris Modern beserta Artinya

Jikalau imunisasi DPT telat diberikan, berapapun lama telatnya jangan mengulang dari permulaan pemberian. Tetap lanjutkan imunisasi cocok jadwal. Jikalau buah hati belum pernah mendapatkan imunisasi dasar pada usia <12 bulan, anda lakukan imunisasi dasar bagus secara jumlah maupun interval nya.

Jikalau pemberian DPT ke 4 sebelum tahun ke 4, pemberian yang ke 5 paling cepat 6 bulan sesudahnya. Sebaliknya, bila pemberian DPT 4 diberikan sesudah 4 tahun, pemberian ke 5 sudah tak diperlukan lagi.

Imunisasi Hib dan Pneumokokus

Vaksin Hib dan pneumokokus berfungsi untuk mencegah serangan dari bakteri Hib dan pneumokokus, yang kapabel mengakibatkan radang pada paru, telinga dan otak. Kejadian hal yang demikian dapat memunculkan ketidaknormalan pun kematian. Vaksin ini disuntikan pada buah hati yang berusi 2,4,6 dan 15 bulan.

Sebab, vaksin Hib digabung dengan vaksin DPT. Beda dengan vaksin pneumokokus yang diberikan secara terpisah. Radang yang terjadi pada paru, otak karena bakteri pneumokokus tak dapat dicegah oleh vaksin Hib-DPT. Jikalau sebaliknya. Sebab imunisasi Hib dan Pneumokokus merupakan imunisasi yang sama pentingnya.

Imunisasi Rotavirus

Vaksin rotavirus diberikan dengan sistem diteteskan perlahan ke mulut bayi yang berusia 2,4 dan 6 bulan. Tujuan dari pemberian vaksin ini untuk mencegah penyakit seperti diare yang berat yang di akibatkan oleh rotavirus.

rotavirusJika hal tersebut terjadi mampu mengakibatkan bayi muntah-muntah dan mencret yang hebat, kurangnya cairan atau dehidrasi, gangguan asam basa bahkan berujung kematian.

Imunisasi Influenza

Imunisasi influenza bertujuan untuk mencegah terjadinya serangan virus influenza. Virus influenza mengakibatkan penderitanya mengalami demam yang tinggi, batuk, pilek, sesak napas, pun radang pada paru yang menyebabkan kematian. Vaksin ini diberikan mulai usia 6,7 bulan. Kemudian diberikan ulang  tiap tahun nya padda balita, usia sekolah, remaja, dewasa, dan usia lanjut.

Imunisasi Campak-Rubella

Vaksin campak atau MR disuntikan pada usia buah hati 9 bulan, 18 bulan dan pra sekolah atau SD kelas 1. Pemberian vaksin ini bertujuan untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Virus campak hal yang demikian kapabel menyebabkan demam yang tinggi, batuk, pilek, sesak napas, radang paru, diare, radang pada otak, pun kematian.

Baca juga  5 Inspirasi Warna Cat Kamar Bayi

Sebab virus rubella kapabel menyerang bayi dalam kandungan yang mengakibatkan kekuguran, bayi kelak akan buta, bayi mengalami tuli, retardasi mental, serta kebocoran pada jantung.

Imunisasi MMR

Imunisasi MMR dilakukan untuk mencegah serangan dari virus MMR. Virus hal yang demikian kapabel mengakibatkan gondongan pada buah hati, radang buah zakar, kemandulan, campak, dna rubella. Vaksin ini diberikan dengan sistem disuntikan pada usia 15-18 bulan minimal interval 6 bulan. Vaksin ini kembali diberikan pada buah hati sebelum masuk SD atau keas 1.

Jikalau imunisasi ulangan atau booster belum pernah diberikan sesudah usia 6 tahun, berikan vaksin campak atau MMR kapan saja. Sebab pada umumnya pemberian imunisasi campak 2 kali atau MMR 2 kali.

Imunisasi Varisela atau Cacar Air

Vaksin cacar air diberikan dengan sistem disuntikan pada usia mulai 1 tahun. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah penyakit cacar air yang merusak kulit, mata dan pun kapabel menyerang bayi dalam kandungan di dalam rahim.

Imunisasi HPV (Human Papiloma Virus)

Pemberian imunisasi HPV bertujuan untuk mencegah kanker leher rahim. Vaksin ini diberikan dengan sistem disuntikan 3 kali pada remaja perempuan berusia 10 tahun, dan kemudian dilanjutkan 1,2,6 bulan kemudian.

Dari jenis-jenis imunisasi yang sudah diterangkan hal yang demikian, terdapat imunisasi yang wajib diberikan. Diantaranya merupakan imunisasi Hepatitis B, Polio, BCG, DPT-Hib, MR, DT dan TD. Sedangkan jenis imunisasi dasar hal yang demikian wajib dilakukan. Sedangkan vaksin hal yang demikian sudah disubsidi oleh pemerintah sehingga dapat mengerjakan nya dengan cuma-cuma di posyandu terdekat anda.

Sebab untuk imunisasi yang direkomendasikan seperti imunisasi Rotavirus, Influenza, HPV merupakan imunisasi yang belum di subsidi oleh pemerintah. hanya imunisasi saranan, namun bukan berarti imunisasi hal yang demikian tak penting.  Vaksin yang direkomendasikan juga sama penting dengan vaksin dasar yang wajib. Jadi jangan lupa lengkapi imunisasi pada buah hati yaa.

Semoga bermanfaat!

Write A Comment