Kehamilan

Kenali dan Atasi Darah Tinggi Saat Hamil

Pinterest LinkedIn Tumblr

Ibu hamil diwajibkan buat lebih hati- hati menimpa kesehatan nya. Tidak sedikit mungkin kendala yang bisa jadi terjadi dikala hamil. Semacam salah satu kendala yang sering terjadi merupakan darah tinggi dikala hamil. Hipertensi ataupun darah tinggi dikala hamil tidak senantiasa menimbulkan sesuatu perihal yang beresiko, hendak namun tidak menutup mungkin pula buat dapat terjadi.

Darah Tinggi Saat Hamil

Bila darah tinggi terjadi dikala hamil serta tidak diatasi secara kilat, ini bisa tingkatkan efek komplikasi. Salah satu efek yang bisa terjadi ialah preeklampsia. Hingga dari itu, berarti buat ibu hamil mengenali metode menanggulangi darah tinggi dikala hamil. Terdapat sebagian berbagai tipe hipertensi dalam kehamilan yang bisa jadi terjadi.

Apa saja jenis-jenis Hipertensi Dalam Kehamilan?

Tekanan darah tinggi sanggup melanda perempuan saat sebelum hamil ataupun sepanjang hamil. Ibu hamil yang memiliki tekanan darah tinggi sejak hamil ataupun tadinya, butuh menemukan penindakan spesial dari dokter. Berikut sebagian tipe hipertensi dalam kehamilan.

  • Hipertensi Gestasional. Hipertensi gestasional terjadi saat usia kehamilan setelah 20 minggu. Tidak terdapat protein dalam urin maupun tanda-tanda rusaknya organ. Beberapa wanita hamil yang mengalami hipertensi jenis ini, menyebabkan preeklampsia di kemudian hari.
  • Hipertensi Kronik. Hipertensi kronik terjadi sebelum hamil atau sebelum usia kehamilan 20 minggu. Hipertensi jenis ini tidak memiliki gejala yang spesifik. Ini memungkinkan akan sulit nya diketahui secara dini.
  • Hipertensi kronik dengan Preeklampsia. Hipertensi jenis ini dapat terjadi pada wanita yang mempunyai tekanan darah tinggi sebelum hamil. Tekanan darah tinggi ini kemudian memburuk bahkan di temukan protein urin. Ataupun komplikasi kesehatan lainnya yang terjadi selama kehamilan.
  • Pada beberapa kasus, hipertensi gestasional atau hipertensi kronik dapat berubah menjadi preeklampsia. Preeklampsia adalah komplikasi dalam kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah yang tinggi. Serta kerusakan pada organ lain. Hipertensi jenis ini biasanya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Jika tidak mendapatkan pengobatan secara cepat, dapat menyebabkan gangguan yang serius. Tentunya bagi ibu dan janin yang dikandungnya.
Baca juga  Inilah Ciri-ciri Kehamilan yang Kebanyakan Belum Diketahui

Dampak Tekanan Darah Tinggi saat hamil

Darah tinggi yang terjadi dalam kehamilan hendak berakibat kurang baik untuk kesehatan ibu ataupun janin. Lalu apa saja akibat dari tingginya tekanan darah pada ibu hamil? Berikut rangkuman nya.

  • Aliran darah ke plasenta berkurang. Jika plasenta tidak mendapat asupan darah secara cukup, maka bayi akan kekurangan oksigen serta nutrisi. Akibat dari kondisi ini, pertumbuhan bayi akan lambat, resiko lahir prematur bahkan berat badan lahir rendah.
  • Solusio Plasenta. Preeklampsia akan meningkatkan terjadinya resiko solusio plasenta. Solusio plasenta adalah kondisi lepasnya plasenta dari dinding rahim pada waktu sebelum persalinan. Kejadian yang berat ini mampu menyebabkan perdarahan yang hebat, serta kerusakan plasenta. Ini dapat mengancam keselamatan pada ibu dan bayi.
  • Kelahiran prematur. Dikarenakan alasan medis, kelahiran bayi prematur perlu dilakukan untuk cegah komplikasi yang mampu mengancam nyawa.
  • Penyakit Kardiovaskular. Preeklampsia mampu meningkatkan resiko penyakit jantung serta pembuluh darah. Resiko tersebut akan lebih besar bagi wanita hamil yang pernah mengalami preeklampsia sebelumnya. Juga pernah mengalami persalinan prematur sebelumnya. Untuk meminimal kan resiko kejadian ini, coba untuk menjaga berat badan yang ideal.

Apa yang menyebabkan tingginya tekanan darah saat hamil?

Kemungkinan penyebab dari terjadinya tekanan darah tinggi saat hamil yaitu sebagai berikut.

  • Kelebihan berat badan ibu hamil
  • Kurang bergerak/berolahraga
  • Kebiasaan merokok
  • Kehamilan pertama
  • Riwayat keluarga dengan hipertensi selama hamil
  • Hamil gemeli/kembar
  • Hamil diatas usia 40 tahun

Gejala Preeklampsia pada Ibu hamil

Preeklampsia kadangkala timbul dengan tanpa indikasi. Tekanan darah yang tinggi bagaikan indikasi ini bisa jadi tiba secara lama- lama, tetapi lebih kerap seketika. Kamu wajib yakinkan buat senantiasa memantau tekanan darah sepanjang kehamilan. Kisaran abnormal tekanan darah dikala hamil terletak pada 140/ 90 mmHg ataupun apalagi lebih. Tanda- tanda preeklampsia yang bisa jadi terjadi yang lain ialah bagaikan berikut.

Baca juga  Tes Kehamilan dengan Garam? Apa Bisa Dipercaya?

gejala preeklampsia

  • Adanya protein urin atau tanda-tanda gangguan pada ginjal
  • Sakit kepala yang parah
  • Gangguan penglihatan sementara, sensitif terhadap cahaya
  • Nyeri perut bagian atas
  • Mual dan muntah
  • Penurunan jumlah urin
  • Gangguan pada fungsi hati
  • Sesak nafas disebabkan adanya cairan di dalam paru

Metode Menanggulangi Darah Tinggi Dikala Hamil

Bila perihal tersebut terjadi pada diri kamu, jangan panik. Kendala ini lumayan terbilang gampang buat dicegah serta diatasi. Perihal yang awal wajib dicoba merupakan yakinkan kalau tekanan darah kamu benar sangat tinggi. Dengan begitu, metode berikutnya bisa didetetapkan biar kita bisa mengobatinya. Berikut sebagian metode buat menanggulangi darah tinggi dikala hamil.

Teratur cek kesehatan sepanjang hamil

Kamu wajib periksakan kesehatan secara teratur. Yakinkan buat senantiasa buat janji temu dengan dokter isi tiap bulan nya. Konsultasikan obat yang disantap dan dosisnya. Jangan komsumsi obat apapun tidak hanya obat yang diberikan ole dokter isi.

Pantau keadaan tubuh

Kamu pula wajib senantiasa membenarkan keadaan badan kamu. Jalani pemantauan tekanan darah dirumah dengan perlengkapan bantu. Bila ditemukan terdapatnya tekanan darah yang lebih tinggi dari umumnya, lekas memeriksakan ke dokter.

Mengkonsumsi santapan yang sehat

Konsumsi nutrisi dari santapan tercantum salah satu aspek yang pengaruhi tekanan darah seorang. Sebagian perihal yang wajib dicermati dikala hamil, merupakan tidak komsumsi santapan yang banyak memiliki garam. Memperbanyak mengkonsumsi sayur serta buah. Dengan begitu, tekanan darah hendak terpelihara.

Olahraga secara rutin

rutin berolahraga saat hamil

Ibu hamil yang kurang olahraga memiliki efek lebih tinggi terserang darah tinggi. Hingga dari itu, sangat berarti buat ibu hamil melaksanakan kegiatan raga yang teratur. Perputaran darah dikala hamil hendak bertambah, serta tekanan darah hendak turun bila teratur olahraga. Perihal ini pula bisa kurangi tekanan pikiran yang sanggup memunculkan akibat kurang baik pada badan.

Baca juga  Inilah 13 Gejala Kehamilan Awal Yang Biasa Wanita Alami

Hindari rokok serta alkohol

Ibu hamil wajib menghindari rokok serta alkohol. Kerutinan yng kurang baik tersebut bisa memunculkan akibat yang negatif serta sangat beresiko. Paling utama bila ibu hamil menderita tekanan darah tinggi. Asap rokok yang masuk kedalam badan sanggup tingkatkan efek penimbunan plak dalam pembuluh darah. Yang kesimpulannya sanggup merangsang kenaikan tekanan darah lagi. Tidak hanya itu, alkohol pula bisa merangsang perihal yang sama.

Makanan penurun darah tinggi saat hamil

Berikut sebagian tipe santapan yang sangat baik disantap oleh ibu hamil. Pastinya hendak menolong turunnya darah tinggi.

makanan yang menurunkan darah tinggi saat hamil

  • Makanan kaya asam folat. Makanan yang mengandung asam folat akan mencegah terjadinya cacat lahir dan lahir prematur. Kandungan ini didapatkan dari sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, buah jeruk dan sereal.
  • Makanan kaya kalsium. Kandungan yang di dapatkan yaitu dari susu, yogurt, keju, ikan salmon dan bayam.
  • Makanan kaya vitamin D. Kandungan ini dapat ditemukan pada jenis ikan yang berlemak seperti ikan salmon. Pastikan untuk mengkonsumsi ikan yang sudah matang.
  • Makanan kaya zat besi. Kandungan zat besi dapat ditemukan pada daging merah, sayuran hijau, buah pepaya, dan kacang-kacangan.

Baca Juga : Ibu Stres Saat Hamil, Janin Akan Terkena Dampaknya

Dengan mengenali keadaan yang sudah dipaparkan di atas, kamu bisa melaksanakan penangkalan tekanan darah tinggi dikala hamil. Diharapkan hal- hal yang kurang baik serta beresiko tidak bisa terjadi pada kita. Tidak hanya itu, kamu wajib senantiasa melaksanakan pengecekan yang teratur kepada dokter isi. Pastinya buat menghindari hal- hal parah bisa jadi terjadi, yang membolehkan terbentuknya bahaya pada ibu serta janin.

Semoga Bermanfaat!!

Write A Comment