Kehamilan

Kenali Flek Tanda Kehamilan Dan Cara Mengatasinya

Pinterest LinkedIn Tumblr

Keluarnya flek waktu hamil pasti menjadi kekhawatiran tersendiri bagi wanita yang sedang mengandung, anda tidak perlu panik, hal ini merupakan hal yang wajar. Namun, anda harus tetap mewaspadainya terlebih kalau disertai gejala gejala nyeri dan kram perut.

Apakah flek tanda kehamilan itu wajar? Flek waktu hamil adalah bercak pendarahan ringan yang muncu dari vagina, hal ini biasa terjadi selama jalannya hamil terutama di trisemester pertama. Skitar 20% wanita mengalami pendarahan di 12 minggu pertama kehamilannya. Warna flek yang muncul pun bervariasi, bisa merah muda, merah dan coklat. Warna coklat biasanya menunjukkan darah sudah cukup lama berada di dalam rahim. Sehingga pada saat keluar, darah menjadi warna gelap.

Penyebab flek pada kehamilan, munculnya flek saat hamil biasa disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :

Pendarahan implantasi

Biasanya pendarahan implantasi terjadi 6-12 hari setelah konsepsi ataupembuahan. Implantasi merupakan pengerjaan menempelnya sel telor yang telah dibuahi pada rahim. Biasanya, flek atau darah yang keluar betul-betul sedikit dan hanya terjadi selama sebagian jam atau sebagian hari saja.

Iritasi servik

Ketika hamil, terjadi lonjakan hormon dan peningkatan aliran darah ke leher rahim atau servik. Hal ini membuat servik menjadi betul-betul peka dan lebih mudah teriritasi, sehingga akibatnya mengeluarkan flek. Iritasi ini biasanya timbul setelah berhubungan seksual ketika hamil, pemeriksaan servik oleh dokter atau bidan, dan infeksi.

Tanda-pertanda persalinan

Keluarnya flek cokelat ketika hamil tua dapat menjadi pertanda bahwa waktu persalinan telah dekat. Ketika tubuh siap untuk melahirkan, leher rahim akan melunak dan melepaskan sumbatan lendir. Sumbatan ini menolong melindungi rahim dari kuman atau kotoran dari luar tubuh. Biasanya, lendir yang keluar berwarna putih, kecoklatan, merah muda, atau pun sedikit kehijauan. Hal ini biasanya terjadi sebagian pekan atau sebagian hari sebelum persalinan merupakan pada usia kehamilan pekan.

Baca juga  Inilah Ciri-ciri Kehamilan yang Kebanyakan Belum Diketahui

Kehamilan ektopik

Dalam sebagian kasus, flek cokelat ketika hamil dapat disebabkan oleh kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim. Situasi ini berpotensi mengancam jiwa dan memerlukan penanganan medis secepatnya bila terjadi robekan di daerah terjadinya kehamilan ektopik. Segera temui dokter bila pendarahan atau flek disertai dengan gejala pusing yang parah, pingsan, nyeri bahu, nyeri perut atau panggul yang datang dan pergi terlebih di salah satu sisi, kulit terlihat pucat, kaki tangan terasa dingin, dan denyut jantung berubah jadi kencang.

Keguguran

Perdarahan apa pun pada masa kehamilan dapat merupakan pertanda permulaan keguguran. Perdarahan imbas keguguran biasanya disertai dengan gejala lain, seperti kram dan nyeri perut, nyeri punggung bawah, keluarnya darah merah dalam jumlah banyak, keluarnya jaringan atau gumpalan dari Miss V. Bila hal ini terjadi, lantas hubungi dokter ya.

Gangguan pada plasenta dan servik

Dalam kasus yang jarang terjadi, flek coklat ketika hamil bisa menjadi pertanda adanya masalah pada plasenta, seperti infeksi pada rahim atau plasenta previa. Plasenta previa yaitu keadaan ketika ari-ari atau plasenta berada di komponen bawah rahim, sehingga menutupi sebagian atau segala jalan lahir. Selain menutupi jalan lahir, plasenta previa bisa menyebabkan perdarahan hebat, baik sebelum maupun ketika persalinan.

Flek tanda kehamilan yang Berbahaya

Sedangkan keluarnya flek ketika kehamilan yaitu fenomena yang wajar, tapi ada juga flek yang menandakan keadaan yang lebih serius, membahayakan atau malah mengancam nyawa, Bun. Berikut sebagian ciri flek yang membahayakan ketika kehamilan:

  • Jumlah darah semakin banyak
    Jumlah darah yang banyak atau semakin bertambah dari hari ke hari, menandakan adanya luka dan pelepasan jaringan di sekitar rahim yang cukup luas. Seberapa luas jaringan yang lepas ini harus dievaluasi lewat pemeriksaan dokter dan USG. Situasi ini menjadi membahayakan jikalau evaluasi memperlihatkan jaringan di sekitar kantung bayi dalam kandungan turut terlepas bersamaan dengan darah yang keluar.
  • Darah berbau menyengat atau busuk
    Ibu hamil memang sangat rentan mengalami infeksi. Darah berbau menyengat mencerminkan infeksi yang bisa jadi melibatkan tempat sekitar rahim dan membahayakan bayi dalam kandungan yang dikandungnya.
  • Keluar gumpalan bersamaan dengan darah
    Tidak jarang ibu hamil yang mengalami flek mengeluhkan adanya gumpalan menyerupai daging yang turut keluar bersamaan dengan darah. Gumpalan ini harus dicurigai sebagai jaringan rahim atau malah kantung bayi dalam kandungan yang terlepas dan turut keluar. Apabila hal ini terjadi, langsung hubungi dokter ya, Bun.
  • Flek disertai kram perut
    Kram atau nyeri perut yang terjadi harus diwaspadai jikalau intensitasnya berat dan bertambah hebat. Nyeri perut ini bisa jadi menandakan adanya kontraksi rahim yang berupaya mengeluarkan jaringan kandungan dan bisa menjadi pertanda awal dari keguguran.
  • Pandangan melarikan diri atau berkunang-kunang
    Flek atau perdarahan hebat bisa membikin sang ibu mengalami anemia atau kurang darah. Salah satu pertanda terjadinya anemia yaitu pandangan melarikan diri atau berkunang-kunang. Tidak hanya membahayakan bagi ibu hamil, tapi anemia juga berpotensi mengancam keselamatan bayi dalam kandungan yang dikandungnya.
Baca juga  Ini dia Alternatif Cara Tes Kehamilan Tanpa Tespek

Cara Menangani Flek ketika Hamil

Flek coklat ketika hamil yaitu fenomena normal, tapi anda tetap direkomendasikan untuk lebih waspada dan berkonsultasi ke dokter kandungan, terutamanya jikalau keluhan hal yang demikian timbul bersamaan dengan gejala lain yang tidak wajar.

Biasanya, dokter akan menjalankan pemeriksaan lahiriah disertai pemeriksaan penunjang seperti USG, untuk mempertimbangkan ibu dan bayi dalam kandungan dalam keadaan baik-baik saja. Apabila ditemukan masalah pada bayi dalam kandungan atau pada rahim, dokter akan mempertimbangkan langkah perawatan selanjutnya sesuai keadaan ibu dan bayi dalam kandungan.

Selain penanganan medis, sebaiknya Bunda makan makanan bernutrisi, beristirahat di tempat tidur, mengatur aktivitas sehari-hari dan aktivitas lahiriah, tidak mengangkat benda berat, dan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan mengkonsumsi banyak air putih.

Cegah Umur Terlahir Cacat dengan Memenuhi Asupan Asam Folat

Kekurangan asam folat selama masa kehamilan, terbukti bisa mengakibatkan risiko bayi terlahir cacat. Bunda ingin tahu lebih lanjut? Baca di sini, yuk!

Biasanya anda akan merasa berbahagia sekalian gugup ketika umur kehamilan menginjak fase trimester ketiga, yaitu antara umur kehamilan 7 bulan hingga menjelang persalinan, karena fase ini yaitu tahap akhir dari cara kerja kehamilan.

Seperti anda ketahui, jikalau bayi 7 bulan dalam kandungan berat badannya kurang, maka akan berujung pada bermacam gangguan kesehatan. risiko kesehatan yang mungkin memata-matai antara lain hambatan pertumbuhan, perubahan metabolik hingga berakibat pada kesehatan jantung.

Write A Comment